Selasa, 30 November 2021

Pentingkah Proses Penyuntingan Buku?


Mengapa proses penyuntingan begitu penting dalam proses penerbitan buku? Pertama, mari maknai terlebih dahulu apa itu penyuntingan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia penyuntingan dimaknai sebagai cara, proses, atau perbuatan sunting-menyunting. Sedangkan secara umum, proses menyunting khususnya penyuntingan sebuah buku meliputi sistematika penyajian, isi dari buku tersebut, dan tata bahasa yang mencangkup ejaan, diksi, dan struktur kalimat.


Sebelum membahaslebih lanjut peranan penyuntingan dalam proses penerbitan sebuah buku, izinkan saya memperkenalkan beberapa jenis penerbit yang dapat dijadikan rekan bagi penulis untuk menerbitkan buku. Jenis-jenis penerbit tersebut antara lain, penerbit arus utama, penerbit Indie, self publishing. Dari ketiga jenis penerbit ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Penerbit arus utama, misalnya, memiliki tim redaksi dan editorial yang berkompeten di bidangnya, yang mana mereka akan menyeleksi naskah dengan sangat ketat. Sedangkan penerbit indie dan self publishing, merupakan penerbit alternatif yang dapat dijadikan pilihan penulis menerbitkan buku tanpa harus melalui proses seleksi yang ketat.


Berbicara mengenai proses penerbitan baik di penerbit arus utama, penerbit indie, dan self publishing, seyogyanya melalui proses penyuntingan seperti yang telah disebutkan di atas. Namun, dewasa ini penulis atau pun calon penulis sangatlah mudah menerbitkan naskah mereka. Salah satu faktor pendukungnya adalah adanya media menulis yang dengan mudahnya diakses dan dilengkapi dengan fitur langsung terbit seperti yang terdapat pada platform-platform menulis di jagat maya. Banyak sekali konten-konten atau karya tulis yang dipublikasikan tanpa melalui proses penyuntingan. Hasilnya adalah pembaca langsung menikmati begitu saja karya-karya ‘mentah’.


Sebagai ilustrasi, cobalah perhatikan sampul buku berikut!




Contoh penyuntingan kalimat:

“Sudah ku duga Alaska sedingin hati orang yg sedang kesepian.” Ujar Yudis. (Sebelum penyuntingan)

“Sudah kuduga, Alaska sedingin hati orang yang sedang kesepian,” ujar Yudis. (Sesudah penyuntingan)


Dari contoh di atas kita mengetahui bahwa pentingnya proses penyuntingan sebuah buku agar buku tersebut layak dinikmati oleh masyarakat.


 

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel