Selasa, 30 November 2021

Hubungan Seorang Penyunting Dengan PUEBI



Gagasan ini ditulis berdasarkan hasil observasi mengenai PUEBI. PUEBI adalah singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. PUEBI merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan (PUEYD). Artinya, isi dari PUEBI tidak jauh berbeda dari PUEYD, tetapi ada beberapa perbedaan yang telah disempurnakan. Penyempurnaan ini dikarenakan sifat bahasa yang dinamis, dalam hal ini bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengalami perkembangan dari masa ke masa seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni. PUEBI sendiri diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan difungsikan sebagai pedoman atau rujukan khususnya dalam hal kepenulisan yang baik dan benar. Maka dari itu, sebagai seorang penyunting wajib menguasai PUEBI sebagaimana kaitanya dengan salah satu kompetensi.


Mengingat salah satu kompetensi seorang penyunting adalah menguasai PUEBI, maka seorang penyunting harus mengetahui perbedaan antara PUEBI dan PUEYD. Hal tersebut berkaitan dengan pemahaman dan menguasaan terhadap pedoman atau aturan-aturan terbaru. Sebagai contoh dalam pedoman terbaru, yakni PUEBI terdapat penambahan diftong ‘ei’. Sehingga sekarang ada beberapa diftong, yaitu ‘ai’, ‘au’, ‘ei’ dan ‘oi. Penambahan ini sebagai hasil pertimbangan bahasa Indonesia yang banyak menyerap istilah asing (Mustakim, Kepala Bidang Permasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa). Contoh penggunaan diftong ‘ei’ terdapat pada kata ‘survei’ yang menyerap dari istilah asing ‘survey’.


Dalam pedoman terbaru (PUEBI) juga terdapat aturan mengenai huruf yang dicetak tebal, yang mana aturan tersebut tidak terdapat pada pedoman lama (PUEYD). Contoh penggunaan cetak tebal, antara lain untuk menulis bagian yang ditulis miring, bab dan subbab, dan judul buku. Pedoman terbaru lainnya adalah tata cara penulisan huruf kapital. Pada pedoman lama (PUEYD) tidak ada aturan mengenai penulisan huruf kapital pada julukan, kini terdapat pada pedoman baru (PUEBI).


Dari perubahan-perubahan pedoman penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar di atas, kita tahu bahwa seorang penyunting harus senantiasa memperbarui pemahaman dan penguasaan terhadap pedoman penulisan. Perubahan atau pun menyempurnaan pedoman tersebut senantiasa mengacu pada pedoman terbaru yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bukan hal mustahil di masa mendatang akan terdapat perubahan dan penyempurnaan pedoman terbarukan.


 

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel